Breaking News

Awal Mula Nirvana Kedekatan dengan Sonic Youth

Sonic Youth

Sonic Youth dan Nirvana memiliki ikatan istimewa dalam sejarah rock. Hubungan ini berawal dari rasa saling mengagumi, konser-konser kecil, dan sebuah pertemuan penting di tahun 1989. Kisah ini menunjukkan bagaimana sebuah band eksperimental asal New York menjadi “kakak asuh” bagi band asal Aberdeen, Washington, yang kelak mengguncang dunia.

Pertama Kali Bertemu di Maxwell’s (Juli 1989)

Pada Juli 1989, Sonic Youth sedang menikmati posisi menarik. Mereka menjadi pahlawan bawah tanah dan mulai merasakan kesuksesan arus utama. Sementara itu, Nirvana hanyalah band baru di label indie Sub Pop. Mereka baru saja merilis album debut Bleach.

Ketertarikan Sonic Youth terhadap kancah Seattle sedang membuncah. Mereka sudah lebih dulu berteman dengan Mudhoney, band “kakak” sekantor Nirvana di Sub Pop. Berkat hubungan itu, Bruce Pavitt (pendiri Sub Pop) mengundang pasangan suami-istri Thurston Moore dan Kim Gordon dari Sonic Youth untuk menonton pertunjukan Nirvana.

Pertunjukan pertama berlangsung di Maxwell’s, Hoboken, New Jersey, pada 13 Juli 1989. Malam itu, Kurt Cobain baru saja memecat gitaris kedua, Jason Everman. Penampilan Nirvana terasa kurang padat. Namun, Kim dan Thurston merasa ada “sesuatu” di sana. Mereka pun memutuskan untuk datang lagi keesokan harinya.

Momen Penentu di Pyramid Club

Malam berikutnya di Pyramid Club, East Village, segalanya berubah. Iggy Pop juga hadir di antara penonton. Di atas panggung, Nirvana tampil gila-gilaan. Kim Gordon kemudian menulis dalam memoarnya Girl in a Band bahwa ia langsung terpana.

Kim mengagumi kemampuan unik Nirvana dalam memadukan melodi indah dengan distorsi keras. Kurt Cobain bisa menyanyikan melodi merdu, lalu sesaat kemudian menghancurkan peralatannya. Kim juga tertarik pada penggunaan pedal chorus oleh Kurt—efek yang menghasilkan suara “berkilau” seperti di lagu Come As You Are. Menurut Kim, tidak ada musisi punk pada zamannya yang berani menggunakan efek “norak” itu dan tetap terlihat keren. Cobain berhasil melakukannya.

Di ruang belakang panggung, Kim dan Kurt berkenalan. Kim merasakan ikatan langsung. Ia melihat seorang pria muda dengan mata basah dan sedikit tersiksa, namun penuh karisma. Kim mengakui bahwa ia merasakan naluri keibuan dan “sesuatu yang mirip” dengan kepekaan Kurt.

Kim Gordon Merekomendasikan Nirvana ke Label Major

Ikatan awal itu berkembang menjadi hubungan profesional yang sangat penting pada tahun 1990. Sonic Youth mendapat tawaran kontrak dari David Geffen Company (DGC), sebuah label major yang menjanjikan kebebasan artistik penuh. Langkah ini cukup berani karena banyak penggemar bawah tanah menganggap pindah ke label besar sebagai “menjual diri”.

nirvana

Setelah menandatangani kontrak untuk Sonic Youth, Kim Gordon melakukan sesuatu yang tidak biasa. Ia menelepon eksekutif DGC dan berkata, “Kalian harus merekrut band berikutnya: Nirvana.”

Sonic Youth bertindak sebagai jembatan. Thurston Moore memutar demo lagu-lagu yang kelak menjadi Nevermind, termasuk Smells Like Teen Spirit, untuk presiden DGC, David Geffen. Ia membujuk label agar melihat penampilan Nirvana di Kastil Viper Room pada tahun 1990. Mereka berkata pada Geffen, “Dengarkan, ini generasi baru. Tandatangani mereka.”

Keyakinan Sonic Youth terbukti tepat. Pada tahun 1991, Nirvana resmi bergabung dengan DGC.

Tur Eropa 1991: Saksi Bisu Sejarah

Meskipun sudah satu label, ikatan mereka tidak berhenti di ranah bisnis. Pada Agustus 1991, sesaat sebelum Nevermind dirilis, Sonic Youth mengajak Nirvana menjadi band pembuka di tur festival besar mereka di Eropa.

Bagi Kurt Cobain, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Ia kemudian berkomentar, “Diajak tur oleh Sonic Youth adalah mimpi yang menjadi kenyataan.”

Tur ini menginspirasi film dokumenter “1991: The Year Punk Broke” karya Dave Markey. Film ini menangkap dinamika unik di antara mereka. Saat itu, Nirvana masih belum terkenal. Mereka sering bermain di slot pagi hari, misalnya pukul 11:30 pagi di festival Pukkelpop, Belgia. Penonton lebih antusias menyaksikan Dinosaur Jr. atau Sonic Youth sendiri.

Di dalam bus dan ruang belakang panggung, Sonic Youth—terutama Kim dan Thurston—berperan sebagai figur kakak asuh bagi Kurt yang masih pemalu. Dalam film tersebut, Kurt terlihat sering tersenyum dan bercanda. Wajah ini sangat kontras dengan citra “mesin murung” yang melekat padanya kemudian.

Hubungan ini juga menyelamatkan penampilan Nirvana di beberapa kesempatan. Dalam satu kejadian di Jerman, Nirvana tertahan di perbatasan dan nyaris kehilangan jadwal manggung. Thurston Moore dengan sigap meminta semua band lain untuk memotong 5-10 menit set mereka agar Nirvana tetap bisa tampil.

Warisan Persahabatan yang Tak Tergantikan

Hubungan Sonic Youth dan Nirvana menjadi contoh langka tentang ketulusan di industri musik. Sebuah band mapan dengan tulus mengangkat band yang lebih muda tanpa rasa iri. Sonic Youth membuka pintu untuk Nirvana. Ketika Nirvana meledak menjadi fenomena global—menjual jutaan kopi Nevermind dan menjadi “band terbesar di dunia”—Sonic Youth tetap menjadi teman sejati.

Kedekatan ini lahir dari ketulusan seorang Kim Gordon. Ia melihat kekeruhan di mata Kurt Cobain dan memutuskan untuk membantunya menemukan panggung raksasa. Hingga akhir hayat Cobain, hubungan ini tetap menjadi salah satu aliansi terindah dalam sejarah musik alternatif.

Loading

Share on social media

About r90s

musik Alternatif dari pinggiran. Bikin musik untuk yang suka jujur, tidak berteriak, tapi mengena.

Check Also

Soundgarden

Awal Perjalanan Terbentuknya Band Soundgarden dan Tragedi Chris Cornell

Pada tahun 1984, udara kelabu menyelimuti Seattle. Seorang vokalis muda bernama Chris Cornell masih bekerja …

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x